Pages

Friday, February 1, 2019

Nuklir dan Lingkungan Hidup

Sejarah mencatat telah terjadi bebeapa kecelakaan pada reaktor nuklir seperti ledakan reaktor nuklir yang terdapat di Chernobyl pada tanggal 26 april 1986 yang menjadi bencana nuklir terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Yang terbaru adalah kecelakaan reaktor Fukusima di Jepang yang mengakibatkan kebocoran pada reaktor nuklirnya. Kebocoran tersebut akan mengakibatkan kepulan asap radioaktif yang akan menyebar ke wilayah sekitar. Tubuh manusia yang terpapar radiasi nuklir dosis besar dalam waktu singkat akan mengalami Sindrom Radiasi Akut (ARS) atau keracunan radiasi yang bisa berujung pada kematian. Tingkat keparahan dan gejala yang timbul tergantung oleh seberapa besar radiasi nuklir yang terserap tubuh.
Adapun dampak buruk radiasi nuklir terhadap kesehatan tubuh antara lain:
  1. Menghancurkan Sel-sel Tubuh. Energi radiasi nuklir dosis tinggi dapat menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan penyakit komplikasi. Daerah tubuh yang paling rentan terhadap radiasi nuklir dosis tinggi adalah sel-sel pada lapisan perut, usus, pembuluh darah, dan sel-sel yang memproduksi darah di sumsum tulang. Kerusakan yang terjadi di sumsum tulang akan mengakibatkan tubuh tak mampu melawan infeksi atau penyakit. Dan pada fase inilah, radiasi nuklir mulai aktif merenggut nyawa seseorang.
  2. KankerSebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terpapar radiasi nuklir berisiko besar terkena kanker tiroid. Terutama pada anak-anak yang lebih muda. Efek jangka panjang radiasi nuklir juga dapat membuat seseorang terkena kanker darah, kanker paru-paru, hingga kanker payudara.
  3. Gangguan Perkembangan Anak. Efek radiasi nuklir juga berdampak buruk bagi perkembangan tumbuh kembang anak.
  4. Kerusakan Jaringan Kulit. Dampak buruk radiasi nuklir juga bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Anda akan mengalami gejala seperti kulit terbakar, lecet dan luka, bahkan kanker kulit. Radiasi nuklir juga dapat merusak sel-sel kulit di kepala hingga menyebabkan kerontokan rambut, atau bahkan kebotakan permanen.

Selain itu masih terdapat dampak lain seperti ledakan yang berkaitan dengan energy nuklir. Asap hitam yang ditimbulkan dari ledakan tersebut akan menutupi sinar matahari dan akan menyebabkan bumi tenggelam dalam kegelapan. Tanpa adanya kehangatan dan paparan sinar matahari, tumbuhan tidak akan bisa berpotosintesis dan kemudian perlahan akan mati. Apabila tumbuhan mati, ekosistem manusia dan hewan akan hancur dan terjadi kelaparan besar-besaran. Bahkan ledakan nuklir dalam skala kecil dispekulasi dapat merusak fungsi lapisan ozon, memperpendek musim panen dan meningkatkan temperatur dan semakin menambah jumlah sebab pemanasan global.
Asap hitam yang naik ke bagian atas atmosfir ini akan terkena cahaya panas matahari dan menjalar ke seluruh dunia. Partikel-partikel dari asap tersebut akan mengkonsumsi cahaya matahari sebelum ia masuk ke dalam bumi, dan di satu sisi akan mengakibatkan bumi mengalami musim dingin yang panjang di seluruh bagiannya dengan rata-rata 1.25oC. Temperatur ini lebih dingin dari pada jaman es dan akan menjadi salah satu perubahan iklim terbesar dalam sejarah manusia.


Masalah lainnya adalah persoalan limbah nuklir yang dapat menyebabkan masalah pada lingkungan. Beberapa dari limbah ini, seperti 137Cs dan 90Sr, sangat berbahaya bagi manusia. Letak bahayanya karena Cs dapat membentuk ion Cs yang memiliki muatan +1 dan dapat menggantikan ion natrium dalam tubuh. Sama halnya dengan Cs, ion Sr dapat mengion menjadi Sr yang bermuatan +2 dan dapat menggantikan posisi Ca dalam tulang manusia. Akibatnya adalah tubuh manusia akan mengalami gangguan pada kesehatan akibat berubahnya struktur molekul yang terdapat pada tubuh manusia. Hingga saat ini masih belum ada solusi yang nyata untuk masalah limbah radioaktif. Banyak ilmuwan merasa bahwa ide untuk pembangunan dan perkembangan pembangkit tenaga nuklir akan memiliki dampak berbahaya berkaitan dengan belum adanya solusi untuk penanganan libah radioaktif tersebut.

Friday, May 8, 2015

PESONA ALAM SEKO

Seko atau Hono adalah suatu dataran tinggi yang terletak ±1200m–1800m di atas permukaan laut di segitiga perbatasan antara Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, Indonesi.
Secara geografis Seko dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Seko Padang di bagian paling timur, Seko Tengah, dan Seko Lemo. Daerah Seko berada di dataran tinggi pegunungan “Tokalekaju” yang diapit oleh pegunungan Quarles dan Verbeek.
Seko berada tepat di bagian tengah ”huruf K” di Pulau Sulawesi sehingga dalam sangat tepat kalau Seko di sebut sebagai JANTUNG SULAWESI. Secara keseluruhan daerah ini memiliki luas wilayah 2.109,19 Km2, merupakan kecamatan terluas dan terjauh dengan jarak sekitar 120 km dari ibukota Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan ini sudah berpenduduk sekitar 14.000 jiwa yang terdiri dari 12 desa yang semuanya sudah beratatus definitif. Kecamatan Seko berada pada ketinggian antara 1.113 sampai 1.485 meter di atas permukaan laut, dengan topografi sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit.
 
Banyak yang mengatakan bahwa lembah Ramma yang ada di kaki Gunung Bawakaraeng merupakan destinasi terbaik untuk berpetualang ataupun arena cross-country yang ideal. Di lembah tersebut tak terhitung lagi jumlah pecinta alam yang menancapkan tendanya untuk mengagumi keindahan alam yang diciptakan oleh Allah SWT. 
 
Namum tahukah kawan kawanku sekalian, jika di sebuah daerah di Kab. Luwu Utara berjarak 450 Km arah utara kota makassar terdapat spot bentangan alam yang jauh lebih menarik dengan bentangan alama yang begitu memesona. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah padang savana yang tak berujung. daerah ini masih sangat terisolir akibat kurangnya akses transportasi dan komunikasi. Namun keindahan alamnya tak bisa dipandang sebelah mata. lokasi ini terletak di Kecamatan Seko, berjarak 120 Km dari ibukota kabupaten Luwu Utara. bandingkan indahnya lembah ramma dengan bentangan savana Seko.

KODE ETIK PECINTA ALAM

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan : 
1.Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
2.Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan  
   sumber alam sesuai dengan kebutuhannya. 
3.Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air. 
4.Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada
   masyarakat sekitar serta menghargai manusia 
   dan kerabatnya. 
5.Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta 
   Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam. 
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, 
    Bangsa dan Tanah air. 
7. Selesai.
Disyahkan dalam : Forum Gladian Nasional ke-4 Ujung Pandang, 1974

RANU KUMBOLO DI KAKI BUKIT MAHAMERU

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa yang mempunyai ketinggian 3.676 Mdpl. Gunung Semeru atau biasa dikenal dengan nama mahameru ini merupakan salah satu gunung berapi teraktif yang ada di Indonesia. Sebenarnya mahameru merupakan puncak dari Gunung Semeru itu sendiri, namun Ternyata Gunung ini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Mahameru. Salah satu keunikan dari Gunung Semeru adalah kawahnya selalu mengeluarkan letupan secara berkala setiap 15 - 20 menit sekali. Letupan ini mengeluarkan asap abu bahkan kadang-kadang bercampur batu krikil ke udara. Pemandangan yang ditimbulkan sangatlah spektakuler. Untuk mendaki ke Gunung Semeru diperlukan persiapan fisik dan logistik yang matang, juga pengetahuan mendaki yang memadai. Sekalipun Gunung tersebut paling tinggi di Indonesia, tak jarang orang yang sangat menginginkan untuk sampai ke Gunung Semeru. Pesona alam yang begitu indah merupakan bayaran atas lelahnya perjalanan. Ada beberapa alternatif rute untuk mencapai kaki gunung Semeru. Yang paling umum dan paling sering digunakan oleh para pendaki ialah rute melalui Malang – Tumpang. Dari terminal Arjosari di kota Malang anda bisa menaiki minibus menuju Tumpang, perjalanan lalu dilanjutkan dengan menaiki kendaraan 4 WD menuju Ngadas. Apabila ingin lebih hemat anda bisa menumpang truk milik petani setempat untuk menuju Ngadas. Harga tiket masuk sekitar Rp. 50.000. 

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang.Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang hingga Pos Ranu Pani. Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan.Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam. Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala. Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km. 

Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha. Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung. Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, 

Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir. Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka. Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
Selamat berpetualang di jalur mahameru nan seru penuh dengan pesona alam tanpa batas.
sumber : penjelajahalam88.blogspot.com